TAMBATAN PERAHU DI DESA SUMARE RUSAK, PERUSAHAAN TAK BERTANGGUNG JAWAB

0
Tambatan Perahu Di Desa Sumare Yang Rusak.

SuryatopNews.com – Mamuju – Tambatan Perahu yang merupakan suatu pangkalan tempat mengikat atau menambatkan perahu yang berlabuh di pantai yang ada di desa Sumare Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju kini menyisahkan kekecewaan pada masyarakat.

Betapa tidak, tambatan perahu yang dulunya digunakan untuk menambatkan perahu oleh sejumlah Nelayan yang ada di pesisir Pantai Sumare kini terlihat rusak akibat ulah salah satu perusahaan yang mengerjakan tanggul di kampung nelayan tersebut .

Jaya yang merupakan salah satu masyarakat Desa Sumare menyebut bahwa memang tambatan perahu itu dulunya cukup difungsikan oleh masyarakat khususnya para nelayan.

Namun setelah salah satu perusahaan yang mengerjakan tanggul di pantai Sumare itu melakukan pembongkaran yang sampai saat ini belum dibenahi, yah kondisinya seperti itu,” imbunya.

Sementara itu Kepala Desa Sumare Amri R saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya pada Senin (25/12) mengakui bahwa memang kondisi tambatan perahu tersebut rusak dan disebabkan oleh salah satu perusahan yang ada di Makassar .

Iya itu benar bahwa kerusakan itu disebabkan oleh perusahaan yang mengerjakan tanggul di desa sumare, dimana saat itu Pengawas pekerjaan tanggul meminta untuk dilakukan¬† pembongkaran , Sehingga kami dari aparat desa bersama dengan sejumlah masayarakat desa Sumare melakukan rapat untuk membicarakan hal tersebut,hingga disepakati bahwa segala kerusakan yang ada pihak perusahaan harus menanggung,”papar Amri R.

Lebih jauh Kades Sumare ini menjelaskan dari semua kesepakatan tersebut itu disepakati oleh pihak yang dipekerjakan oleh perusahaan yang mengerjakan tanggul tersebut hingga akhirnya dilakukan pembongkaran dengan jaminan tambatan perahu yang rusak itu harus dibenahi seperti semula.Namun sampai sekarang itu juga tidak direalisasikan .

Melihat kondisi ini tentu masyarakat bertanya, sehinga hal ini saya sampaikan kepada pihak perusahaan yang pada saat itu mengerjakan tanggul untuk kembali membenahi, namun melalui perantara seseorang yang bernama Daeng Leba pihaknya hanya mau memberikan dana sebesar Rp .3000.000 (tig Juta Rupiah) namun saya menolak sebab tentu dana itu tidak cukup untuk membenahi segala kerusakan yang ada,” jelas Amri.

Dirinya menambahkan kami juga sudah menyampaikan bahwa silahkan perusahaan turun langsung mengerjakan tambatan perahu yang rusak itu, tetapi lagi – lagi sampai saat ini belum ada upaya yang dilakukan sehingga saya mengambil inisiatif untuk menkonsultasikan hal ini ke Dinas PU Provinsi Sulawesi Barat namun hingga kini belum ada jawaban yang kami terima.

Selaku Kepala Desa Sumare tentu ini merupakan beban sebab saya tidak mau ada masyarakat yang menilai kami telah menerima uang dari pihak perusahaan , karena itu tidak ada sepeserpun. Sehingga kami berharap kepada siapa saja yang punya kapasitas dan kewenangan untuk menyelesaikan persoalan ini agar segera dicarikan solusi yang tepat,” harap Kades Sumare ini.

Sekedar diketahui bahwa dalam surat pernyataan yang dibuat pada tanggal 31 oktober 2015 lalu 5 orang perwakilan dari penanggung jawab kegiatan bertanda tangan dan jika tidak menepati janji maka bersedia dibawah keranah hukum.

Adi .

Comments

Tinggalkan Komentar anda