Sutini Dan Gubuk Tuanya

0

SuryatopNews.com – MAMUJU TENGAH – Ditengah pelaksanaan bulan yang penuh rahmat ini semestinya harus di jalani dengan suka cita dan penuh hikmat agar bisa mendapatkan pahala yang berlimpah dari sang Maha Kuasa. Namun berbeda apa yang dirasakan seorang nenek tua yang tinggal di gubuk bekas rumah trasmigrasi yang sudah reot seorang diri di Desa Kuo Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) yang tidak menikmati indahnya Ramadhan.

Nenek tua yang di ketahui bernama Sutini (60), terepaksa menjalani hari – harinya seorang diri tanpa ada ditemani oleh orang – orang terkasih. Diketahui hidupnya pun bergantung dari belas kasihan tetangga karena kondisinya tidak lagi mampu untuk mencari nafkah apalagi sang nenek sudah di gerogoti penyakit gondok yang membuatnya tidak berdaya setiap hari. Bahkan nenek tua itu diketahui adalah angkatan pertama taransmigrasi tahun 1981 di era Suharto yang masih mampu bertahan di gubuk reot buatan pemerintah itu .

” Saya ini nak tinggal di rumah transmigrasi masih jamannya pak Harto. Saya bertahan disini karena sudah tidak punya siapa – siapa. Saya sudah tua dan tidak mampu lagi kerja, hanya saya berharap dari belas kasiahan tetangga kalau ada, ” kata Sutini yang mata berkaca – kaca.

Di masa Tua Sutini harus menyambung hidup dengan sendirian, namun beruntung masih ada tetangga yang mampu berbagi. Ditengah deras hidup yang keras, janda tua itu berharap masih ada tangan – tangan agung yang bisa memberikan bantuan untuk menopan hidup sehari – hari seorang diri. Khusunya dari dermawan dan pemerintah.

Wartawan Harian Rakyat Sulbar, Kamal yang sempat menyambangi rumah janda tua itu dengan sedikit mengorek kehidupan Sutini hingga bisa terdampar sebagai peserta transmigrasi di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulbar.

Melihat kehidupan nenek tua itu, kata Kamal, bahwa nenek tersebut masih kuat dan bisa bertahan ditengah derasnya kehidupan meskipun masih bergantung dari belas kasihan orang. Kamal mengaku, bahwa nenek tua itu di tinggal cerai suaminya tanpa ada alasan pasti semnataran anak semata wayangnya juag sudah tidak kabar karena lebih memilih suaminnya untuk tinggal bersama.

Melihat kondisi nenek tua itu yang tinggal seorang diri, Kamal berharap ada dermawan atau pemerintah yang bisa menyambungkan hidupnya. Karena kata dia, hak orang miskin juga punya hak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah.
” Berharap kepada Pemerintah Desa Agar kiranya Pendataan Terkait orang miskin benar – benar tepat sasaran dan berharap kepada para dermawan sudi membantu untuk menyambung hidup. Karna jelas program pemerintah pusat dan kebupaten punya hak orang miskin untuk mendapatkannya. ” pinta Kamal.

Ad

Comments

Tinggalkan Komentar anda