Siswa Sekolah Kolong Tetap Belajar Tanpa Fasilitas Bangku Sekolah

0
Siswa Sekolah Kolong Belajar Tanpa Bangku Sekolah.

Mamuju Tengah – SuryatopNews.com – Kondisi proses qbelajar mengajar yang ada di Sekolah Kolong atau sekolah Alam Desa Salu Le’bo Kabupaten Mamuju Tengah kini makin memprihatinkan.

Betapa tidak, sejumlah siswa yang masih bertahan belajar di Sekolah Kolong yang didirikan Aco Muliadi beberapa tahun silam harus rela berdiri demi berjalannya proses pengajaran.

Aco Muliadi yang merupakan pendiri sekolah Kolong Desa Salu Le’bo mengatakan, sejak adanya upaya pemaksaan sejumlah siswa kami menempati gedung sekolah yang sejak awal pembangunannya bermasalah, sejumlah titik pembelajaran kami terhenti diantaranya di Dusun Salu Nusu dan Dusun Batu Papan.

” Fasilitas berupa bangku sekolah yang selama ini digunakan oleh siswa dipaksa diangkut ke gedung sekolah yang kami nilai sampai hari ini bermasalah, dimana sejak awal pembangunannya papan proyek tidak jelas, penyerahan secara resmi kepihak sekolah belum ada serta kondisi bangunan yang retak menjadi beberapa fakta yang kami miliki.”Jelas Aco Muliadi.

” Siswa kami dipaksa untuk masuk ke gedung sekolah tersebut, sehingga secara psikologi tentu mereka tertekan dan akhirnya akan berefek pada pengajaran tidak akan bisa efektif.”Kata Aco Muliadi.

Upaya menghilangkan sekolah kolong yang ada di Desa Salu Le’bo ini jelas dilakukan oleh Kepala Desa Salu Le’bo dengan mengagitasi masyarakat dalam hal ini orang tua siswa dengan iming – iming beasiswa termasuk mengintimidasi salah satu warga untuk tidak mendapat beras Sejahtera yang nota benenya adalah hak bagi mereka.”Terangnya.

Anak – anak sudah berkurang untuk bersekolah, meski demikian saat ini mereka masih ada yang belajar dibawah kolong rumah tanpa harus menggunakan bangku.”Kata Aco Muliadi.

Sementara komunitas Pemerhati Sekolah Kolong Riadi Syam mengatakan, atas adanya kondisi ini tentu kami saat ini telah mengumpulkan beberapa bukti – bukti dan Insya Allah besok kami akan bawah ke Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Barat.

“Apa yang dilakukan oleh kepala Desa tentu adalah merupakan hal yang kurang baik. Dan sejak berdirinya sekolah kolong ini baru pertama kalinya seorang kepala Desa melakukan hal ini kepada siswa sekolah Kolong.”Ujar Pemerhati Sekolah Kolong.

Hal ini akan kami Flow-up terus hingga ada solusi atau jalan keluar dari kondisi ini, sebab siswa tidak bisa dipaksakan menempati gedung yang bermasalah tersebut tanpa memperhatikan kondisi geografis wilayah yang ada di Desa Salu Le’bo termasuk beberapa titik pembelajaran yang ada.” Pungkas Riadi.

Saat melakukan konfirmasi kepada kepala Desa Salu Le’bo melalui salah satu ketua RT alasan untuk memindahkan fasilitas berupa bangku sekolah Kolong dirinya hanya menyebut ” itu tidak perlu karena tidak ada gunanya. Senin (10/09).

Zul.

Comments

Tinggalkan Komentar anda