Sembako Jelang Ramadhan Relatif Terkendali

0

SuryatopNews.com – Mamuju – Jelang Bulan Suci Ramadhan tentu stabilitas harga sembako dipasaran perlu di kontrol oleh pemerintah untuk menghindari upaya sejumlah oknum pedagang yang akan memainkan harga.

Mensiasati hal tersebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar konferensi Pers di Warkop 157 dengan menghadirkan sejumlah Instansi Pemerintah yakni Dinas Koperindag Sulbar, Dinas Pertanian Sulbar,Biro Ekbang Sulbar, Bulog Divre Sulbar dan BPS Sulawesi Barat.

Kepala BPS Sulbar Suntono mengatakan, bahwa terkait ketersediaan 9 bahan pokok menjelang bulan ramadan ini dapat
kami sampaikan bahwa sesuai dengan pemantauan BPS diminggu kedua pada bulan mei ini harga – harga relatif terkendali . Dimana BPS ini tiap bulan mengeluarkan rilis salah satunya tentang inflasi, di bulan april kemarin kita sudah rilis kepada teman – teman media bahwa kota mamuju mengalami inflasi 0,06 persen, dimana inflasi sangat tipis sekali sehingga itu mengindikasikan bahwa harga sangat terkendali.

“”Kalau harga terkendali itu berarti dari sisi Suplay Saitnya itu terpenuhi. Terkait perkembangan harga dua minggu pertama di bulan Mei ini dimana secara umum dapat kami sampaikan bahwa walaupun hasil akhir dari penghitungan perkembangan harga itu akan kami rilis nanti diawal bulan Juni tetapi dari pantauan kami dua minggu pertama di bulan mei ini harga – harga relatif terkendali, meskipun ada sebahagian yang sedikit mengalami peningkatan kalau kita bandingkan dengan keadaan harga pada bulan april yang lalu, namun ada sebahagian yang mengalami penurunan,”ujar
Suntono.

Lebih jauh Kepala BPS Sulbar ini memaparkan bahwa, Ada beberapa komoditi yang menurut pemantauan kami itu
mengalami kenaikan walaupun tidak tajam, diantaranya beras terutama merek sinar madina dimana mengalami peningkatan dari harga april yaitu Rp 8.600 sampai dengan minggu kedua bulan mei ini tercatat Rp 8.700 perkilo gram, sementara bawang putih kami catatat pada bulan april perkilonya Rp 40.000 tetapi sampai diminggu kedua bulan mei BPS mencatat harga rata – rata perkilo gramnya Rp 50.000 dan saya kira jika kita mengikuti perkembangan harga bawang putih ditingkat nasional itu terutama dipasar keramat jati itu sampai tembus diangka Rp 90.000.

Selanjutnya adalah ikan cakalang yang mengalami peningkatan dari april yang lalu itu perkilogramnya Rp 22.500 sekarang dibulan mei minggu kedua kami mencatat ada kenaikan menjadi Rp 25.400 perkilogramnya, ikan layang juga sedikit mengalami peningkatan dari bulan april rata – ratanya Rp 24.300 dibulan mei minggu kedua ini tercatat Rp 27.100 . Sedangkan beberapa komoditas yang kami pantau harganya turun diantaranya ada cabai rawit,tomat sayur,tomat buah dan ikan bandeng ini yang mengalami penurunan.”jelasnya.

”Cabai rawit pada april lalu kita mencatatat angka Rp.50.000 perkilo sekarang pada bulan Mei kami mencatat harganya rata – rata Rp 40.000 perkilo jadi mengalami penurunan kurang lebih 20 persen, Tomat sayur ini juga mengalami penurunan dari Rp 13.000 perkilogram pada bulan april sekarang tercatat mengalami penurunan Rp 9000 perkilogram, begitu juga dengan tomat buah juga mengalami penurunan dari Rp 9000 bulan april yang lalu turun menjadi Rp 6000 perkilogram diminggu kedua bulan mei dan ikan bandeng ini juga menurun dari Rp 28.000 perkilogram dibulan april lalu,sekarang tercatat Rp 23.600 perkilogram atau mengalami penurunan kurang lebih 16 persen. Dari gambaran ini di triwulan kedua dibulan Mei ini kami dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa harga- harga cukup terkendali dan ini
mengindikasikan bahwa stock pangan cukup yang ada di pasar.

Sementara ditempat yang sama Kepala Bulog Divre Mamuju Edel Trudis juga mengungkapkan bahwa, Untuki kesiapan Bulog mengahdapi bulan ramadan ini untuk beras stoc ketahanan pangan kami itu bisa sampai 10 bulan kedepan, itu jenis beras mediaum dan PSO atau peruntukan untuk Rastra dan untuk beras premium serta yang ada dipasaran umu itu juga ada stoc kami dengan harga Rp. 8.500. dan yang disampaikan oleh Pihak BPS bahwa ada beras merek karung Madina . Dan jika pasaran umum dan berbicara merek karung saya tentu tidak mengetahui isinya apa sebab kami di Bulog kami tidak berbicara merek karung namun kami berbicara kualitas.

Dimana yang kami tangani ada dua yakni kualitas beras medium dan kualitas premium,dimana untuk medium ketahanan pangannya itu sampai 10 bulan kedepan,sementara Rastra sudah kami salurkan untuk sampai dengan minggu kedua mei ini sampai bulan april sebenarnya ini diluncurkan sampai bulan mei, hanya dibeberapa kecamatan masih kesulitan tempat
bila kami menyalurkan lebih dari 4 bulan,”sebutnya.

” Saat ini kami sudah melakukan pasar murah dan keliling secara mobile Bulog,Selindo launching kemarin pada tanggal 17 dengan mengusung tema ” Gerakan Stabilisasi pangan ” jadi harga yang kita keluarkan adalah melihat dari asumsi pasar dimana kalau pasar naik maka kita pluktuasi harga bisa dirubah, contoh kemarin kita dipasar baru mulai jam 10 kemarin dimana harga bawang dipasar Rp 25 sampai 30 perkilogram,”imbuh Edel Trudis.

“Kami dari bulog, masih bisa menekan angka harga beras dan tidak terlalu tinggi atas permintaan pasar yang akan melonjak, harga pasaran tak akan melonjak pasaran karena kita masih punya stok yang tersedia,”cetus Kepala Bulog ini.

Senada dengan itu Kepala Seksi Perlindungan Konsumen koperindag Sulbar, menegaskan kepada pedagang agar tidak
menimbun komoditi sembako bawang putih jelang ramadan ini sebab dengan akan mempermainkan harga semaunya dipasaran, karena mereka sendiri yang akan rugi karena, pasar murah akan dilakukan dengan menghalau harga sembako
dipasaran.

“Kami minta kepada pedagang agar tidak mempermainkaan harg di pasaran jelang ramadhan, tentu ada oknum-oknum
melakukan hal demikian, namun kami akan mengantispasi dengan melakukan program pasar murah,” tegas Mawardi.

Wd/Ad.

Comments

Tinggalkan Komentar anda