” Saatnya Pemuda Mengisi Dewan Perwakilan Rakyat untuk Mengabdi”

0

SuryatopNews.com – Opini – Oleh : Nanang Wahidin – Tidak terasa pemilihan umum sudah beberapa kali dilaksanakan di negara kesatuan republik indonesia ini, yah kita ingat Pemilihan langsung itu dimulai sejak 2004 pasca reformasi 1998, namun pada kenyataannya tidak sedikit selalu menyisahkan rasa kecewa dan tidak puas, kenapa tidak sebab harapan masyarakat tidak sesuai dengan yang dirasakan oleh masyarakat dalam melakoni kehidupan sehari-harinya.

Janji-janji politik selalu menjadi jurus pamungkas dalam aksi merauf suara dimasyarakat atau mencoba mengambil simpatik dari masyarakat dengan sebuah iming-imingan yang memang selalu ampuh menggerogoti pikiran dan hati masyarakat.

Apalagi dewasa ini mereka yang memang niatnya ingin melukai demokrasi maka mereka melakukan segala macam cara demi memuluskan keinginannya itu, maka pada akhirnya mereka melakukan black campaint dan money politik.

Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan canggihnya dunia tekhnology membuat masyarakat sudah mulai membuka pikirannya dan perlahan meninggalkan cara pandang politik serta praktek politik yang tidak baik dan tidak mengedukasi.

Memang benar perubahan kondisi itu kebanyakan diperankan oleh para kawula muda yang tergolong sebagai kelompok pemuda cerdas dengan beberapa instrumen mulai dari sosialiasi pendidikan politik berbasis moralitas sampai pada kampanye-kampanye politik di media sosial.

Saya yakin kedepannya kondisi yang kurang baik dimasa lalu itu akan berubah menjadi situasi yang lebih intelektual, dimana tidak ada lagi masyarakat menukar hak nya dengan selembar uang kertas atau di manfaatkan sebagai tameng atau kayu bakar di setiap moment pemilihan, kasian mereka harus berkonflik secara fisik akibat fanatik buta pada kandidatnya masing-masing.

Dari keprihatinan itu maka saya selaku salah satu bagian dari warga negara ini yakni yang tergolong usia muda atau pemuda menganggap penting untuk masuk keranah politik dan mengisi ruang-ruang publik itu demi kepentingan menjadi garda terdepan demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur, Kasian masyarakat kalau hanya anggap sebagai angka-angka politik saja untuk merebut kursi terhormat itu.

Saya pun optimis ruang-ruang publik itu bisa menambah power para relawan dan dermawan atau politisi muda untuk lebih banyak bicara dan berbuat untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas.

Kita juga tahu bahwa saat ini kebutuhan hidup pokok seperti pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya harus lebih menjadi skala prioritas yang penting dibuatkan regulasinya agar lebih bisa dekat dengan masyarakat sampai pada pelosok negri sekalipun.

Petani, pelaku usaha mikro juga para nelayan serta profesi masyarakat lainnya harus tersendak-sendak karena alat tani seperti perkakas sampai pada bibit dan pupuk juga sampai pada harga BBM yang semakin hari semakin melonjak dan tentu hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati daerah da negara ini sedangkan sejatinya negara ini tidak membeda-bedakan antara masyarakat satu dengan yang lainnya.

Kembali saya optimis lewat kesempatan pilcaleg 2019 ini merupakan kesempatan emas buat para pemuda agar masuk dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang pro pada rakyat hari ini.

Mamuju, 10 Juli 2019.

Comments

Tinggalkan Komentar anda