Pustaka Hypatia Pacu Semangat Wirausaha Pelajar

0
Pustaka Hypatia & Sejumlah Pelajar Di Mamuju.

Mamuju, – SuryatopNews.com – Kegaduhan jagat media sosial akhir-akhir ini yang menyisahkan banyak perdebatan panjang tentang kehadiran Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia, seharusnya merupakan tamparan keras bagi pemuda untuk mengevaluasi diri.

Masa muda merupakan masa dimana seseorang mampu memaksimalkan semua potensi untuk mencapai kesuksesan dan pencapaian lainnya. Semua itu dapat terwujud, tergantung sejauh mana kita mengelolah potensi diri. Sebab, pemuda adalah semangat yang harus tetap hidup.

Tidak ingin larut dalam perdebatan. Pustaka Rumah Hypatia sebuah komunitas literasi melaksanakan kegiatan “Diskusi Kelas Kewirausahaan” yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan ekonomi kemandirian organisasi. Adapun sasaran penerima manfaat dari kegiatan ini yaitu Pengurus OSIS tingkatan SMA/Sederajat se-Kota Mamuju jumat (4/5).

Intan Mubarak di awal-awal kegiatan membuka diskusi dengan menceritakan sejarah jejak rekam perjalanan Pustaka Rumah Hypatia hingga hari ini.

Yang kemudian dilanjutkan dengan bedah film Sekolah Alam Mengeja Belantara.

Disesi kedua Rahmat Ihsan dengan materi membangun motivasi kewirausahaan.
Di pertengahan metari, lelaki yang sering disapa RIM itu, lalu menceritakan pengalamannya saat masih aktif pada organisasi kampus. Ini kekeliruan, jika sebuah organisasi yang didalamnya terdapat sekelompok orang terdidik, yang kapasitas kemampuan manajerialnya lebih dari masyarakat biasa pada umumnya, justru menjadi pengemis, peminta-minta ke senior, masuk ke toko-toko, rumah penduduk, atau turun ke jalan meminta sumbangan untuk mengsukseskan kegiatan mereka. Dan penyakit ini bisa saja terjadi pada adik-adik Pengurus OSIS.

Lebih lanjut pengagas gerakan kantin sekolah baca ini menyebut, seharusnya setiap organisasi bisa menciptakan iklim berwirausaha dalam lingkungan sekolah. Mencari sumber-sumber pendapatan dengan usaha yang jelas, menggunakan dan mengelola dana. Mengapa penting bewirausaha dan sukses karena dengan itu kita bisa berbuat lebih banyak pada lingkungan disekitar kita. Jadi sambil belajar, juga meluangkan waktu untuk berusaha dan mandiri.

Penting bagi setiap orang menguasai basic keilmuannya, punya skill dan kompetensi dasar. Mengaitkan dengan bedah film sebelumnya, bahwa kita harus banyak bersyukur, sebab adik-adik semua, sejak bangun pagi masih bisa menggunakan pakaian seragam yang rapi bersih,menuju sekolah dengan kendaraan roda dua dan beroda empat, menikmati gedung fasilitas sekolah yang begitu mewah, ketersediaan tenaga pengajar.”Jelas Rahmat Ihsan.

Sedang dalam waktu yang bersamaan, ada saudara kita yang rela berjalan jauh melintasi punggung bukit, menantang derasnya arus, dititipakn orang tuanya dan tinggal berbulan-bulan pada bangunan sekolah yang terbuat dari kayu, kekurangan tenaga pengajar, itupun suka rela. Disana pada awal merintis pembangunan sekolah, hanya mengandalkan sisa arang pembakaran jadi kapur untuk menulis, dinding-dinding gereja dan rumah jadi papan tulis. Sungguh berberda dengan kita yang ada di kota.”Imbuhnya.

Di Pustaka Rumah Hypatia ada sebuah prinsip, bahwa penting bagi setiap orang yang tergabung dalam komunitas ini, memiliki usaha dan setiap penjualan produk dialokasikan berapa persen untuk biaya operasional kegiatan, usaha dan upaya ini yang terus kami dorong demi tercapainya tujuan bersama yaitu Membangun Peradaban melalui Pendidikan.”Kata pria yang akrab disapa RIM ini.

RIM mengakhiri kegiatan ini kata-kata motivasi untuk membakar semangat peserta bahwa sudah saatnya kita bangun dari tidur panjang dan melihat disekeliling kita. Sebab, apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan, kita menjadi apa di kemudian hari. Dan titik startnya dimulai hari ini.
Juga, pengusaha kekinian adalah mereka yang mendahulukan manusia, lingkungan baru keuntungan. Sukses itu ketika kita mampu untuk saling berbagi atas nama kemanusiaan.

Untuk diketahui bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini adalah Pustaka Rumah Hypatia akan melakukan kunjungan dan membangun kerjasama dengan beberapa sekolah.

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda