Peringati Mei Day, PMII Mamuju Gelar Unjuk Rasa

0
Heriansyah Aktivis PMII Mamuju.

Mamuju, – SuryatopNews.com Sejenak menengok history mei Day atau biasa disebut Hari Buruh di mesin pencari google, dimana Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Mungkin tak jauh dari spirit diatas puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mamuju menggelar aksi unjuk rasa yang bergerak dari Jl. H.Ir Juanda menuju ke Tugu Tani Simpang lima Mamuju Selasa (1/5).

Salah satu aktivis PMII Cabang Mamuju Hariansyah dalam orasinya menegaskan bahwa, dimomentum mei Day ini kami melihat adanya intervensi buruh melalui aturan yang ditelurkan oleh pemerintah pusat dibuktikan dengan adanya Pepres No 20 Tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing dan peraturan pemerintah No 78 Tahun 2015 soal pengupahan.

Selain itu kami juga menolak upah murah dan hapus outsourcing, dan terkait soal bagaimana upaya pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia semestinya dilakukan dengan cara Pekerja diberi kesempatan untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkembang dan memperkecil directivepersonality dan memperluas keterlibatan pekerja.

Mendorong terciptanya perspektif baru dan memikirkan kembali strategi kerja.”Imbuhnya.

Dari aksi tersebut pihak aparat kepolisian Polres Metro Mamuju Dan Polda Sulbar sempat membubarkan jalannya aksi dengan alasan keterlambatan surat pemberitahuan.

Namun menurutHeriansyah bahwa bukankah negara dan undang-undang telah mengatur bahwa setiap warga negara punya hak yang sama untuk menyampaikan pendapat di muka umum?, sehingga saya menduga ini adalah desain oleh pemerintah pusat di isu-isu buruh tidak disuarakan.” Simpul Heriansyah .Selasa (1/5).

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda