Pemuda Dan Mahasiswa Sulbar, Gemahkan Perdamain Untuk Rohingya Myanmar

0

SuryatopNews.com – Mamuju – Langit Mamuju cerah saat itu , sekitar pukul10:50 Rabu (06/9) pagi Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sulbar Peduli Kemanusiaan berkumpul di Tribun Pendopo Jl Ahmad Kirang Mamuju untuk menggelar aksi solidaritas atas konflik yang ada di Rohingya Myanmar.

Bendera GMNI,PMII,GMKI,FPPI,KMHDI,IPM MATENG,dan BEM Tekhnik Unika Mamuju yang bersatu dalam Aliansi terlihat berkibar sebagai simbol Aksi tersebut di mulai.

Dibawah komando Muhammad Hasanal sebagai koordinator lapangan massa kemudian melakukan Longmars menuju kantor DPRD Kabupaten Mamuju diiringi dengan orasi berupa kecaman atas konflik yang terjadi di Rohingya Myanmar.

Semangat  puluhan pemuda Sulbar ini kini terus berkobar setelah sampai di Depan Kantor DPRD Mamuju dan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan dari Aliansi ini.

Konflik Rohingya Myanmar seolah sebagai pelecut kaulah muda Sulbar ini untuk tetap menggemahkan perdamaian diatas muka bumi.

Muhammad Hasanal sebagai koordinator lapangan dibawah terik panas matahari menyampaikan orasinya bahwa konflik yang terjadi di Rohingya Myanmar bukanlah konflik agama, namun ini murni persoalan ekonomi yang semestinya harus segera dihentikan.

Aktivis PMII Mamuju ini mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi atas apa yang terjadi di Myanmar.

Kami meminta kepada masyarakat Mamuju untuk tidak terprovokasi atas konflik yang terjadi di Rohingya Myanmar, sebab ini adalah persoalan ekonomi politik global yang sengaja ingin memecah belah,” tegas Hasanal dalam orasinya.

Tak berselang lama kemudian ketua umum GMNI Mamuju Esa Hermansyah juga menyampaikan hal yang sama, dimana aktivis berambut Gonrong ini menegaskan bahwa konflik Rohingya adalah persoalan Ekonomi politik dan bukan persoalan agama. Sehingga kita tidak boleh terprovokasi akan hal tersebut.

Aksi kekerasan yang ada di Myanmar adalah merupakan kejahatan kemanusiaan yang tentunya harus dihentikan sebab ini telah keluar dari nilai – nilai kemanusiaan,” begitu Esa menyebutnya.

Tak berhenti sampai disitu, para ketua – ketua OKP dan Organda yang tergabung dalam Aliansi tersebut menyerukan Perdamaian dan upaya untuk menghentikan kekerasan di Rohingya Myanmar.

Dengan semangat perdamaian Aliansi ini kemudian mengkrucutkan atas apa yang menjadi tuntutan mereka diantaranya mengecam tindakan kekerasan  dan pengusiran Etnis Rohingya di Myanmar, mendesak pemerintah indonesia untuk melayangkan protes ke PBB dalam menyelesaikan konflik  Myanmar,usir kedutaan Myanmar demi tanah indonesia jika konflik tak kunjung selesai,budha jangan takut,islam jangan terprovokasi indonesia cinta damai dan mendesak pemeritah menjadi pelopor perdamaian Myanmar.

Diikat dengan lima komitmen tuntutan dalam Aliansi Pemuda Sulbar Peduli Kemanusiaan, adzan Dhuzur akhirnya telah berkumandang.     Massa aksipun menyelesaikan agendanya pada hari itu dengan kembali ke titik awal di rJl Ahmad kirang Mamuju.

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda