Pembangunan Tanggul Mamasa Diduga Menyalahi Spek

0

SuryatopNews.com – MAMASA – Proses pembangunan Tanggul Pengendalian Banjir dan penguatan Tebing yang ada dimamasa yang menelan anggran 42 Milliar selain diduga terjadi tindfak pidana korupsi didalmnya, ternyata juga ada hal yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang ada, atau diduga proyek tersebut menyalahi spek.

Basri yang merupakan salah satu koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sulbar yang ikut menggiring hal ini ke Kajati Sulselbar menilai bahwa dengan adanya fakta dimana tanggul tersebut roboh setelah satu minggu pekerjaan tersebut selesai maka kami menilai bahwa proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu dikerjakan asal asalan.

” Kami Investigasi kelapangan dan melihat kondisi pembangunan tanggul tersebut, ternyata pondasi dari proyek itu tidak digali sehingga begitu hujan turun tentu akan rusak.”ujar Basri.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan bahwa, sejak 1 Tahun yang lalu beberapa masyarakat dari Kabupaten Mamasa melakukan hering dengan DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada komisi III, dan pada saat itu pula pengakuan pejabat balai wilayah sungai Sulawesi III mengakui bahwa dengan rusaknya tanggul tersebut itu diakibatkan oleh adanya bencana alam dengan berdali itu sudah ada surat rekomendasi dari Pihak Badan Metereologi Dan Geofisika Kabupaten Mamasa.

Sementara pada saat itu tidak ada bencana alam yang terjadi di Mamasa, sehingga ini tentu terkesan membuat alasan yang kurang tepat dan jika memang ada surat rekomendasi dari BMKG Kabupaten Mamasa maka harus ada kejelasan secara terbuka,”imbuh Basri.

Dalam pertemuan pada tahun 2016 lalu juga dihadiri oleh pelaksana secara tekhnis dari pembangunan tanggul tersebut yakni Satker PJSA serta anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat juga terungkap bahwa ternyata pembangunan tersebut mendapat bantuan sejumlah 5 Milliar Rupiah dari pemerintah daerah Kabupaten Mamasa, hal ini di sampaikan oleh pihak balai wilayah sungai Sulawesi III. Namun tentu hal ini akan semakin menunjukkan adanya kekliruan yang akan semakin terbuka secara lebar.”beber Basri sembari memperlihatkan sejumlah foto dari proyek pembangunan tanggul tersebut.

” Kita berharap pihak Kajati Sulselbar untuk konsisten mengusut persoalan ini, sebab tentu jika terbukti ada kesalahan atau keganjalan maka ini jelas – jelas merugikan negara.”harap Basri.

Sementara itu Kasi Humas Kajati Sulselbar Salahuddin,SH,M.H mengatakan, terkait dugaan sementara kasus ini kami telah membentuk tim investigasi sebanyak 7 orang dan sudah turun ke lokasi 1 kali .

Pihaknya juga sementara mengumpulkan bukti -bukti yang ada dalam menjalankan tugas .

” Kami juga sementara akan mengumpulkan bukti – bukti yang ada dan akan memanggil Satker PJSA dan para rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.‚ÄĚsimpul Salahuddin,SH.M.H dihadapan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Sulbar.

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda