Pelayanan Bank Danamon Mamuju, Dikeluhkan Nasabah

0

SuryatopNews.com – Mamuju – Proses pelayanan dalam perbankan adalah merupakan hal yang sangat urgen, sebab Industri perbankan merupakan institusi kepercayaan masyarakat.

Namun hal yang berbeda dirasakan oleh salah satu nasabah BANK danamon Cabang Mamuju Adi Supriyatno dimana dirinya merasa kurang mendapat pelaya yang maksimal dan merasa di curangi.

Adi Supriyatno salah seorang wiraswasta saat ditemui dikediamannya jumat (9/6)menceritakan kronologi atas bentuk kekecewaannya atas pelayanan Bank Danamon Cabang Mamuju.” Saya mempunyai utang di Bank Danamon senilai 25 juta rupiah sehingga saya akan melunasi utang tersebut pada tanggalk 19 april 2017 lalu dan pada saat itu saya sudah bawakan uang,akan tetapi petugas Bank Danamon pada saat itu mengatakan kepada saya ” jangan sekarang pak karena prit out utang bapak belum ada nanti kalau sudah ada kami akan kabari.

Pada hari senin 5 juni kemarin saya kembali lagi ke Bank mereka kemudian mengatakan kepada saya kenapa uangnya belum dimasukkan pak sementara kami sudah konfirmasi, tentu saya menjawab bahwa belum ada konfirmasi dari pihak BANK Danamon,”jelas Adi Supriyatno.

Sangkutan saya yang senilai 25 juta tersebut saya sudah bayar, dan sebagaimana kebiasaan di Bank yang lainnya begitu kita bayar ada tanda bukti pelunasan , namun ini tidak ada sama sekali.”imbuhnya.

Lebih jauh Adi Supriyatno menjelaskan bahwa Selama saya punya sangkutan di Bank Danamon itu kewajiban saya sisa pokok dari utang 25 juta Rp 19.953.575 dan saya dikenakan finalti 3 kali ansuran sejumlah Rp 4.924.998, sementara bunga berjalan itu Rp 587.043 jadi jumlah total yang harus saya bayar di Bank Danamon adalah Rp 5.465.616dan saya sudah nyicil ini selama 7 bulan, yang yang jadi permasalahan adalah kebnapa saya sudah balyar dikredit saya kenapa cek in BI saya ditahan – tahan.

Kemarin juga saya sudah melakukan komunikasi dengan BI namun mereka mengatakan hal ini harus ada konfirmasi dulu dari Bank Danamon sehingga sebagai nasabah saya tentu sangat bingung, katanya kewenangannya ada di Makassar sementara saya pencairannya di Mamuju jadi apa gunanya mereka,”kesal Adi Supriyatno

Pada intinya selama saya sudah melunasi utang saya di Bank Danamon belum ada bukti pelunasan dari pihak Bank yang menjadi dasar kekuatan saya nantinya.”kunci Adi Supriyatno.

Untuk diketahui bahwa hingga berita ini diturunkan upaya untuk melakukan konfirmasi ke Bank Danamon belum membuahkan hasil.

Comments

Tinggalkan Komentar anda