Momentum Kebangkitan Nasional ditengah Ancaman Terorisme

0
Esa Hermansyah (Ketua DPC GMNI Mamuju)

SuryatopNews.com – Opini – Oleh : Esa Hermansyah (Ketua DPC GMNI Mamuju) – Hari kebangkitan nasional dalam sejarahnya adalah momentum dimana bangsa Indonesia sudah mulai keluar dari sekat-sekat sektarian dan berkumpul dalam sebuah wadah yang lebih mengedepankan persatuan nasional di zaman kolonialisme. Sebuah kemajuan peradaban intelektualitas dikalangan para cendekiawan muda masa itu dengan membentuk organisasi Budi Utomo pada 20 mei tahun 1908 yang di dirikan oleh para pelajar STOVIA sebagai pelopor pembaharu organiasi kepemudaan dengan cita-cita persatuan dan kemerdekaan.

Hari ini, kita kembali diperhadapkan oleh sebuah momen yang sama. Dimana kita bisa mengenang kembali memori kolektif bangsa Indonesia yang dahulu. Karena fakta sejarah mencatat, bahwa Kebangkitan nasional telah menjadi embrio lahirnya gerakan-gerakan pemuda dikemudian harinya seperti Sumpah Pemuda 1928 hingga Proklamasi 1945.

Ditahun 2018 ini, kita kembali merayakan hari kebangkitan nasional yang telah berusia 110 tahun dengan suasana yang berbeda. Akhir-akhir ini kondisi kebangsaan kita tengah di uji oleh pelbagai polemik yang menciptakan kegaduhan bahkan kepanikan nasional. Aksi terorisme beberapa waktu yang lalu seolah membawa kita dalam sebuah ranah pemikiran yang panjang. Masih saja ada orang atau kelompok tertentu yang tidak menginginkan persatuan dan membenci kemesraan kebangsaan kita yang telah dibangun berpuluh-puluh tahun lamanya. Aksi terorisme tentunya bisa menjadi salah satu bahan naratif yang kontradiktif bagi kita yang terus menginginkan persatuan nasional. Aksi terorisme selain tujuannya adalah untuk menebar teror dan menciptakan suasana kepanikan, juga punya misi menciptakan dis integrasi bangsa. Dan ini sangat jelas bertentangan dengan marwah kebangsaan kita yakni Bhineka Tunggal Ika. Karena ketika memilih untuk menjadi warga negara Indonesia, berarti kita telah setiap pada Pancasila dan konstitusi. Dan sudah sangat jelas bahwa keberagaman adalah sebuah warna yang patut kita terima dan di syukuri.

Semoga memomentum Hari Kebangkitan Nasional kali ini bisa menjadi bahan refleksi untuk lebih menguatkan persatuan nasional ditengah aksi terorisme yang marak terjadi. Sekaligus pula bisa menjadi akselarasi kita semua selaku warga negara untuk berani menyatakan tidak takut dan berani perang melawan terorisme. Karena teroris tidak mewakili agama apapun, karena tak satupun agama mengajarkan kekerasan dan kebiadaban. Serta terorisme adalah musuh daripada Nasionalisme yang di anut oleh bangsa Indonesia. Karena nasionalisme kita adalah perikemanusiaan. Sebuah nasionalisme yang menjunjung tinggi nila-nilai kemanusiaan.

Selamat Hari kebangkitan Nasional…!!!

Comments

Tinggalkan Komentar anda