Mahasiswa Dan Pembangunan

0
Muh. Ashar SF - Mahasasiwa Yogyakarta, Asal Sulawesi Barat.

SuryaTopNews,-Opini-Muh.Ashar SF (Mahasiswa Yogyakarta Fakultas Hukum) –

Di Era Globalisasi saat ini mulai berkembang di berbagai belahan dunia, sejumlah gerakan berbasis Ilmu Pengetahuan. Melingkupi berbagai sistem, mulai dari ekonomi, inovasi teknologi, politik, pembangunan, dan sejumlah sistem lainnya yang harus dibangun dan dikembangkan secara konfherensif melalui basis Ilmu Pengetahuan dan gerakan yang massif.

Idealnya ilmu pengetahuan menjadi basis atau modal utama. Pergerakan harus dimaknai secara luas, mulai dari aksi sosial, kewirausahaan, pendidikan, seni budaya, politik, dan berbagai jenis aksi lainnya yang bertujuan positif dan dilakukan dengan metode-metode yang juga positif, inilah seharusnya integritas pergerakan mahasiswa dengan ciri intelektual yang tidak hanya menjadi menara gading. Namun juga mengakar menyentuh masyarakyat dengan hasil olahan terhadap kompleksnya ilmu pengetahuan.

Modal ilmu pengetahuan itu kemudian diimplementasikan untuk menciptakan pembangunan skala nasional maupun regional. Percepatan pembangunan dapat dilakukan kelompok-kelompok yang memiliki konsep matang yang bermuara pada kemajuan suatu bangsa. Indonesia dapat maju jika memaksimalkan sumber daya manusia dengan baik sehingga potensi sumber daya alam dapat ditata kelola dengan baik untuk kesejateraan umat.

Dalam percepatan pembangunan, kehadiran mahasiswa ditengah masyarakat dipercaya dapat memberikan suatu pemahaman dan solusi atas keterhambatan suatu pembangunan. Suatu daerah kadang kala mengalami stagnasi dalam pembangunan karena minim sumber daya manusia. Kemajuan sumber daya manusia menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah. Mahasiswa hendaknya berfikir membangun daerahnya sebelum berfikir luas secara nasional. Jangan berfikir apa yang daerah berikan kepada kita,tapi kita harus berfikir apa yang kita berikan untuk daerah.

Melalui fungsinya sebagai agen perubahan,mahasiswa diharapkan mampu memberikan sebuah perubahan ditengah masyarakat. Konsep perubahanya haruslah dibarengi dengan tindakan nyata dan didukung pemerintah setempat. Fungsi control mahasiswa haruslah dimaksimalkan untuk menunjukan keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat.

Hingga sampai pada kesimpulan bahwa mahasiswa dan pembangunan merupakan satu entitas yang tidak tepisahkan.

Comments

Tinggalkan Komentar anda