KPPMB Gelar Aksi Sikapi Dugaan Pelecehan Seksual

0
Massa KPPMB mendapat pengawalan Ketat dari Aparat Kepolisian.

Mamuju – Puluhan Massa Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau (KPPMB) menggelar aksi unjuk rasa didepan Mapolda Sulbar Senin (29/01/18) .

Salah satu massa Aksi Mansyah Dalam orasinya mengatakan bahwa, Kedatangan kami di Mapolda Sulbar sebagai bentuk kepeduliaan kami terhadap korban pelecehan seksual anak dibawa umur.

Massa Aksi Saat Menyampaikan Orasi Di Depan Mapolda Sulbar ( Senin 29/01/18)
Massa Aksi Saat Menyampaikan Orasi Di Depan Mapolda Sulbar ( Senin 29/01/18)

“Kasus tersebut sudah dilaporkan keluarga korban kepada pihak penegak hukum setempat, tetapi tidak ada penengangan. Jadi kami anggap bahwa Kapolsek Kalumpang, Kapolres Mamuju tidak becus dalam menangani kasus, Kasus ini akan merusak daerah kita sendiri jika terus berulang,”Tegas Mansyah.

Sementara itu ANDI NEGARA Sekertatis Umum KPPMB juga menyampaikan bahwa , Anak umur yang setianya duduk di bangku SD itu ternyata mengalami kasus pencabulan yang dilakulan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Jika kami ketinggalan pembangunan maka kami minta untuk tidak ketinggalan penegakan hukum di daerah ini,”harap ANDI.

Massa Menuntut Sikap Tegas Penegak Hukum
Massa Menuntut Sikap Tegas Penegak Hukum

Menanggapi apa yang menjadi tuntutan massa aksi Kapolres Mamuju AKBP RIVAI ARVAN,  menjelaskan bahwa, Kita terima laporan pada 18 jamuari 2018, Dan kita sudah mengamaankan beberapa orang yang diduga pelaku.

AKBP Rivai Arvan ( Kapolres Mamuju)
AKBP Rivai Arvan ( Kapolres Mamuju)

Sebenarnya aturan bahwa, anak itu belum bisa kita tangkap, tetapi untuk membuktikan sesuatu kejadian, atau perkembangan kasus maka kita ambil dulu untuk meminta keterangannya,”jelas AKBP RIVAI ARVAN

“Kita fokuskan kepada saudara “T” yang di sebutkan anak ini, dalam penanganan anak tidak sama dengan penanganganan orang dewasa. Omongan anak itu tidak bisa di pertaggung jawabkan kekuatan hukumnya, jadi harus didalami karna sudah 4 saksi kita periksa tetapi keterangannya hanya mendegarkan perkataan dari anak itu,” Kata RIVAI ARVAN.

Lebih lanjut Kapolres Mamuju menjelaskan bahwa Hari ini sedang dilakukan prarekontruksi. Dan pihak kepolisian sudah bekerja, Jika orang memberikan keterangan palsu maka dia terjerat aturan yang ada.

“Anak ini telah menyebutkan beberapa orang, tetapi kita harus buktilan karena kita tidak bisa menduga-duga, Kita tidak bisa mempertanggungjawabkan omongan anak itu makanya harus didampingi orang tuanya.”simpul RIVAI ARVAN Senin (29/01/18).

Adi .

Comments

Tinggalkan Komentar anda