Komunitas Tangan Di Atas ; Berbagi Kasih

0
Komunitas Tangan Di Atas

Mamuju, – SuryatopNews.com – Ada banyak hal yang dapat dilakukan dalam bulan suci Ramadhan ini sebagai bentuk penghidmatan kepada sesama.

Ketika di tempat lain menyambut hari raya dengan berbagai simbol prestise, ego dan keangkuhan, berbeda yang dilakukan oleh sejumlah penggiat wirausaha muda yang tergabung dalam komunitas Tangan Di Atas (TDA) Mamuju justru memilih menebar kebahagiaan dan kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung.

Berlokasi di lingkungan Sese Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju tepatnya minggu (10/6) , Rahmat Ihsan yang merupakan Ketua Komunitas TDA kembali menyentak kesadaran publik, bahwa ternyata berbagi dimomentum Ramadhan jelang idul fitri kepada mereka yang membutuhkan itu sungguh membahagiakan.

Sore itu senyum sumringa terpancar dari salah satu warga lingkungan Sese yakni Tahada (50) menerima kedatangan komunitas TDA di gubuk reoknya.

Janda beranak dua ini menuturkan bahwa aktifitas yang dilakoninya sehari – hari hanya menjadi buruh tani . ” bertaniji dikerja pak itupun kebunnya orang.” Kata Tahada.

Hasil keringatnya yang hanya dihargai senilai Rp.20.000 perhari untuk memberi makan dua anaknya itu cukup menyayat hati bagi orang yang hidupnya serba berkecukupan.

Bukan hanya Tahada , Koe’ bapak yang berusia 72 tahun yang gubuknya berdiri diatas lokasi yang dipinjamkan oleh warga harus menanggung 5 orang anak dengan pekerjaan sebagai petani.

“Yah saya bekerja sebagai petani saja pak, penghasilan tidak menentu dan itumi dipake makan sehari – hari.” Begitu Keo menuturkan kondisi kesehariannya.

Saat ditanya soal pendidikan anak – anaknya, dia hanya menyebut ” tidak sekolah pak karena apami mau dipake biayai.

Tahada dan Keo adalah salah satu dari sekian banyak potret kemiskinan yang ada di Mamuju yang telah mengilhami komunitas Tangan Diatas untuk bisa berbagi di momentum Ramadhan ini.

Setelah menyisir sejumlah warga yang ada di lingkungan Sese, 18 pemuda yang tergabung dalam komunitas TDA ini kembali bergerak menuju wilayah kota Mamuju tepatnya di Balaninor Kelurahan Binanga.

Ditempat ini pula mereka menyambangi seorang warga bernama Kama yang bekerja sebagai pengayu becak yang tinggal di sebuah gubuk beratapkan seng bekas dan berdinding spanduk bekas.

Meski tidak banyak yang diberikan, parsel yang berisikan kopi, sirup, beras, mie kaldu, teh dan lain – lainnya ikut diterima oleh Kama .

Dari Balaninor Menuju Kelurahan Mamunyu.

Jarum jam menunjukkan pukul 17 :26 Wita, komunitas ini kembali menemui Mulyadi salah satu warga Trans kelurahan Mamunyu..

Melihat kondisi fisik Muliadi yang kedua tangannya harus diamputasi akibat sengatan listrik di 2017 lalu, turut menjadi perhatian komunitas TDA.

Bapak 5 anak ini harus tinggal disebuah rumah yang berukuran 2 X 4 meter bersama dengan istri yang kini harus menjadi tulang punggung keluarga mengatakan, kami sempat dijanji oleh pemerintah untuk pembangunan rumah tetapi sampai saat ini belum ada.

Usai sudah cerita tentang Muliadi hari itu, parsel diterima dari tangan komunitas TDA sebab mereka akan bergerak ke Batu Papan Kelurahan Mamunyu.

Mereka bertandang ke kediaman Burhan yang dianggap sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Kondisi Burhan yang saat ini sedang sakit, hidup bersama anak yang masih kecil, sementara anaknya satu yang diharap sebagai tulang punggung harus dirawat di rumah sakit Dadi Makassar karena mengalami gangguan mental.

Burhan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah seperti Beras Sejahtra serta uluran tangan dari tetangganya.

Dari deretan potret buram kemiskinan yang ada di Mamuju ini, Ketua Tangan Di Atas (TDA) Rahmat Ihsan mengatakan, memaknai bulan suci ramadhan, bukan hanya sekedar melaksanakan ibadah antara hamba dengan Tuhannya (habluminallah) saja. Tetapi ada keseimbangan ibadah dalam aspek sosial (habluminannas) juga.

Artinya, menjadikan momentum bulan suci ramadhan dengan jalan saling berbagi kasih antara sesama. Melalui Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Mamuju, sebuah Komunitas bergabungnya para wirausahawan terbesar di Indonesia. Melaksanakan Bakti Sosial (Pembagian Sembako) di beberapa titik wilayah Mamuju.”Kata pria yang akrab disapa RIM ini.

Dengan ini, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi kawan-kawan dan semua pihak, hingga kegiatan ini dapat terlaksana. Semoga setiap upaya dan usaha yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah swt.” Simpul Rahmat Ikhsan Minggu (10/6).

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda