Ismei Sulawesi Kecam Skandal Panama Papers.

0

SuryatopNews.com – MAKASSAR – Setelah munculnya informasi tentang kebocoran dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama beberapa waktu lalu, yang diduga ikut menyeret sejumlah nama pengusaha dan pejabat negara, kini menuai kecaman dari berbagai elemen. Salah satunya datang dari Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah X Sulawesi.

Akbar Patompo yang merupakan Koordinator ISMEI Wilayah X Sulawesi secara tegas mengecam WNI dan perusahaan yang berinvestasi di Mosscak Foncesa karena dianggap tidak taat untuk membayar pajak.

Akbar menilai  bahwa, dengan bocornya informasi skandal pajak The Panama Papers yang diduga ikut melibatkan pengusaha dan pejabat negara tersebut dinilai ada indikasi dimana mereka adalah oknum yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang baik untuk senantiasa taat membayar utang pajaknya.

” Seharusnya kalau memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi maka simpanlah uang itu diwilayah NKRI, dan berinvestasilah di indonesia serta bayar pajak sesuai kewajibannya, karena itu untuk kepentingan bangsa indonesia, tidak usah menyimpan uang di negara yang jauh seperti Panama, ayo kita bangun negeri kita sendiri dengan berinvestasi di dalam negeri sendiri,” Sebut Aktivis Ismei ini.

Lebih jauh, Akbar menegaskan bahwa pihaknya juga menolak dengan tegas RUU Tax Amnesty yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang saat ini sedang dibahas di DPR RI.

” Utang pajak itu adalah pendapatan negara, sehingga yang namanya pajak itu adalah kewajiban bagi kita sebagai warga negara yang baik untuk selalu taat dan wajib membayar, bukan justru untuk diampuni,” Tegas Akbar yang juga merupakan Aktivis Mahasiswa Sulsel tersebut.

Selain itu pihaknya juga meminta kepada dirjen pajak untuk membuka kepada masyarakat siapa – siapa pengusaha yang telah mengeksploitasi kekayaan alam indonesia dan tidak bayar pajak.

Kami sampaikan dengan terungkapnya data The Panama Papers sebesar 2,6 terabita yang berisi informasi sejak 1977 sampai awal 2015 tersebut, manambah daftar hitam sejarah penggelapan pajak terbesar di dunia serta membuka mata publik atas kejahatan pajak yang dilakukan secara sistematis.” Kunci Akbar, Sabtu 09/04/16. (*)

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda