Ipmapus Mamuju Gelar Aksi Bawa Sejumlah Aspirasi Masyarakat

0

SuryatopNews.com – Mamuju – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Cabang Mamuju kembali menggelar aksi unjuk rasa di dua titik yakni kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamuju Dan Kantor Bupati Mamuju Senin (8/01/18).

Iqbal ( koordinator Lapangan)
Iqbal ( koordinator Lapangan)

Dalam aksi tersebut Ikbal selaku koordinator lapangan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan massa aksi dimana kami minta kepada Disdukcapil Kabupaten Mamuju agar oknum yang diduga melakukan penggandaan data dikeluarkan atau dicopot dari jabatannya. Sebab jelas diatur dalam UUD no 23 Tahun 2006 beserta dengan sanksi pidananya.

Selain itu kita ketahui bersama bahwa semestinya tidak boleh ada diskriminasi antara masyarakat dan pejabat yang ingin membuat kartu keluarga maupun kartu tanda penduduk,” tegas Iqbal.

Setelah secara bergantian massa Ipmapus menyampaikan orasinya, kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamuju Agung Pattola menemui massa aksi dan meminta untuk menunjukkan data asli .

Kita minta data asli dalam hal ini Kartu Keluarga yang asli untuk bisa memastikan apakah data tersebut ganda atau tidak,” jelas Agung Pattola sebagai Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamuju ini .

Massa Ipmapus Cabang Mamuju
Massa Ipmapus Cabang Mamuju.

Setelah mendengar jawaban dari Kadisdukcapil Mamuju massa Ipmapuspun bergerak menuju Kantor Bupati Mamuju untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya.

Massa Ipmapus kembali melakukan orasi di depan kantor Bupati Mamuju terkait beberapa hal diantaranya mereka menyampaikan bahwa maraknya sarang Walet yang ada di Dalam kota Mamuju yang menjadi keresahan masyarakat,persoalan gedung pemuda yang selama ini menjadi tuntan mereka kepada pemerintah Kabupaten Mamuju.

AHYAR ketua umum Ipmapus Cabang Mamuju menegaskan bahwa beberapa persoalan yang menjadi fokus Ipmapus saat ini diantaranya soal pekerjaan drainase RSUD Regional Provinsi Sulawesi Barat yang turut menjadi pengawalan kami, BPJS jaminan sosial, serta gedung pemuda yang dijanjikan oleh Pemkab Mamuju.

Selain itu juga kami juga mengawal beberapa kasus – kasus lain diantaranya Persoalan Tambatan Perahu yang ada di Desa Sumare yang rusak oleh perusahaan , pembangunan IPAL Komunal yang sampai hari ini menjadi kisruh dimasyarakat dan Insya Allah kami akan sampaikan hal ini ke DPRD Provinsi nantinya .”tegas AHYAR.

Aksi saling dorongpun terjadi antara massa dan sejumlah Satpol PP beruntung hal ini dapat diredam saat Bupati Mamuju mendatangi massa aksi di depan Kantor Bupati Mamuju

Drs H . Habsi Wahid ( Bupati Mamuju)
Drs H . Habsi Wahid ( Bupati Mamuju)

Terkait apa yang menjadi tuntutan Ipmapus Cabang Mamuju Bupati Mamuju Drs H . Habsi Wahid, MM mengatakan bahwa tentu hal ini kita apresiasi oleh karena ini bagaimana kita membangun generasi muda didaerah kita .

Pasca aksi sebelumnya adik – adik Ipmapus Cabang Mamuju menyampaikan hal ini terkait persoalan gedung pemuda, dan saat itu saya langsung panggil ketua KNPI dan waktu itu ketua KNPI Mamuju menyampaikan bahwa tidak usah disewakan dulu, cukup kami mencari gedung – gedung yang belum dimanfaatkan oleh Pemerintah,”jelas Habsi Wahid.

Selain itu ketua KNPI juga menyampaikan bahwa kalau toh nanti alternatif – alternatif yang ditunjukkan itu tidak sesuai dengan keinginan – keinginan kami barangkali kita akan melanjutkan untuk kontrak rumah atau ruko yang ada didalam kota Mamuju, sehingga dari hal itu kita sudah siapkan anggaran senilai Rp 40.000.000,. Dan anggarannya itu ada di sekertariat daerah.Sekarang pemerintah daerah menunggu mana kontrakan itu, tidak akan mungkin pemerintah daerah mengingkari hal -hal seperti itu  imbuh Bupati Mamuju ini .

Lebih jauh Habsi Menambahkan bahwa setelah mendapatkan laporan dari Sekertaris Daerah soal Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil yang dianggap tidak melaksanakan tugas dengan baik itu jug sudah kita tindak lanjuti dan kemudian persoalan perda Walet ini kita sudah sampaikan rancangan perdanya untuk pembahasan ditingkat DPRD

Kemudian persoalan BPJS perlu adik – adik ketahui bahwa di Sulbar ini yang paling banyak memberikan proteksi kepada masyarakatnya adalah Kabupaten Mamuju . Kita sudah gelontorkan 20 milliar untuk membantu masyarakat kita , dan kita juga sementara dalam pendataan, dimana bagi masyarakat tentu juga harus di proteksi mana yang paling urgen.”simpul Bupati Mamuju Senin (08/01/18).

Adi.

Comments

Tinggalkan Komentar anda