HMI Komisariat Metro Stie- MM, Pertanyakan Dugaan Utang Pemkab

0
Lukman ( Ketua Komisariat Metro Stie MM HMI Cab. Manakarra)

Mamuju, SuryatopNews.com – Dugaan utang pemkab Mamuju yang menyeret nama Mantan bendahara Pemkab Mamuju yaitu Abdul Gafur tentu menyisahkan sederet pertanyaan atas proses hukum yang ada .

Dari hal tersebut Komisariat Metro Stie – MM Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra menggelar aksi unjuk rasa didepan Polda Sulbar dengan maksud mempertanyakan proses hukum yang dinilai tidak berjalan.

Lukman Ketua Komisariat Metro Stie MM HMI Cabang Manakarra dalam orasinya mengatakan, kasus ini memang sempat menjadi bahan perbincangan hingga akhirnya pengacara sekelas Rasman Arif Nasution , SH harus hadir ke Mamuju mempertanyakan kasus tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, proses hukum kemudian ditangani oleh penyidik Polda Sulbar, hingga pada akhirnya seolah ada upaya saling berbalas pantun antara pihak Tersangka Gafur dan Pihak Pemkab Mamuju. Hal ini akan membuat publik semakin bingung, manakah yang benar diantara keduanya.” Tegas Lukman Jumat (4/5) kemarin.

Lebih jauh Lukman menyebut,Pasca tim advokat tersangka Gafur sempat menyebut beberapa oknum pejabat yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini tentu akan semakin memperencing persoalan, sebab publik kemudian berspekulasi secara bebas.

Namun ada hal yang menarik, sejauh ini nama-nama pejabat yang sempat disebutkan oleh ketua tim advokat tersangka Gafur sampai hari ini kita belum mendengar kabar sejauh mana prosesnya ?.”Paparnya.

Apakah betul nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam kasus ini sudah dikonfrontir atau tidak?, lalu apa hasil dari proses tersebut?. Bagaimana kemudian kejelasan atas status hukum nama-nama yang telah disebut oleh tersangka Garur ?.” Ujar Mahasiswa Stie Muhammadiyah Mamuju ini.

“Pihak kepolisian dalam hal ini polda Sulbar semestinya menyampaikan ke publik hasil dari proses yang selama ini telah dianggap berjalan. Kami dari HMI Komisariat Metro Stie-MM Cabang Manakarra patut menduga adanya upaya menutupi persoalan ini,”ucap Lukman

Selanjutnya, ketua Metro Stie-MM Cabang Manakarra menganggap Polda Sulbar dibawah kepemimpinan Brigjend Pol Baharuddin Djafar belum ada satupun kasus atau permasalahan yang dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas.

“Kami menganggap bahwa proses hukum atas dugaan pinjaman daerah pemkab mamuju adalah perlu dibuka ke publik , serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu atau berdiri diatas Asas Equality Before The Law ( Kesamaan dimata Hukum),jelasnya

Sementara itu Razman Arif Nasution melalui sambungan telephone mengatakan bahwa, Klien saya sudah Dua kali dijadwalkan untuk dikonfrontir tetapi selalu ditunda oleh mantan sekda yakni Daud Yahya, dengan alasan ini dan itu. Razman menduga, Daud Yahya sedang ketakutan dan panik.

“Pada hari Selasa 8 Mei nanti, akan kembali dijadwalkan konfrontir. Apabila Daud Yahya masih menunda-nunda jadwal tersebut maka saya akan mendesak penyidik Polda Sulbar untuk menangkap Daud Yahya karena sudah berusaha menghalang-halangi hukum,”ucap Razman vhia telepon.

RazmanĀ  juga mengatakan, akan kembali ke Mamuju apabila Polda Sulbar tidak mengusut tuntas dan menyelidiki nama-nama yang diduga terlibat kasus tersebut. Menurutnya, klienya dalam hal ini Abd. Gafur tidak sendiri.

Zulkifli .

Comments

Tinggalkan Komentar anda