Gaji Tak Dibayar , Tenaga Kontrak Nilai Kadis Diskriminasi

0
Bayu Arista Abdy ( Salah Satu Tenaga Kontrak Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamuju).

Mamuju , – SuryatopNews.com – Salah satu tenaga kontrak Dinas Transmigrasi Pemerintah Kabupaten Mamuju mengeluh lantaran merasa mendapat perlakuan diskriminasi, dimana gajinya tak kunjung dibayarkan.

Bayu Arista Desi Abdy yang merupakan tenaga kontrak yang bekerja di Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamuju membeberkan hal yang dianggap tidak sesuai dengan aturan yang ada serta merasa didiskriminasi.

Saat dikonfirmasi dikediaman pribadinya Sabtu (9/6)  Peci sapaan akrab dari Bayu Arista ini mengatakan, iya betul apa yang ada di media sosial itu murni dari saya dan bukan orang lain yang mengggunakan akun Facebook saya.

Yang saya persoalkan adalah daftar gaji tenaga kontrak yang sejak hari Rabu lalu sudah dibayarkan, sementara nama saya yang berada diurutan ke 15 tidak diinput dan tidak dibayarkan secara kolektif seperti dengan teman – teman yang lainnya yang satu SK dengan saya .”jelasnya.

Saat ditanya soal gaji apakah sudah diterima hingga saat ini, dirinya menyebut bahwa katanya sementara dalam proses tetapi saya juga belum tau persis, saya sudah ketahui  sebelumnya kalau sudah ada pembayaran gaji tenaga kontrak sejak hari Rabu (6/6) kemarin melalui teman – teman, tetapi saya belum punya waktu untuk mengecek di Bank.”Ujar Bayu Arista.

Nanti  di hari kamis (7/6) kemarin saya coba mengecek di Bank dan sudah antri berjam – jam dan pada akhirnya saya harus mendapat kekecewaan, karena setelah di cek saldonya Rp 0 sementara teman – teman yang lain sudah menerima.”Imbuhnya.

Dengan kondisi yang Shock  saya kembali kekantor untuk minta difasilitasi dengan kepala Dinas, hingga pada akhirnyapun saya kembali mendapat kekecewaan. Bagaimana tidak Kepala Dinas telah mengaku bahwa dia yang menahan gaji saya dengan alasan keaktifan di Kantor.”Jelasnya.

Tentu saya harus protes karena sejak 2018 saya sudah aktif, kan ada perjanjian bahwa tenaga kontrak itu minimal 2 kali dalam seminggu datang kekantor dan sayapun sudah laksanakan itu, giliran hak saya kok pake acara ditahan – tahan segala.” Tambahnya.

Kalau soal kehadiran tentu masih ada yang lebih parah dari saya, yakni atas nama Irma Handayani, dia 3 tahun terdaftar sebagai tenaga kontrak, tetapi tidak pernah muncul sama sekali, nanti ada rapat baru kemudian hadir tetapi dia selalu diistimewakan.”Sambung Bayu Arista Abdy.

”Kalau bicara keaktifan , yah tentu kita harus jujur bahwa anak pak kadis sendiri juga yang jadi tenaga kontrak yang berdomisili di Makassar atas nama Resky Pratiwi Sarifuddin, dan saya tau soal keaktifannya cuman sekali – sekali datang dan dia terima gaji pada hari rabu lalu. Jadi kalau mau menegakkan aturan yah jangan tebang pilih .”Beber Bayu Arista Abdy.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa, saya berstatus menjadi tenaga kontrak sejak tahun 2006 sampai saaat ini, namun sempat dikeluarkan awal tahun 2018 dengan cara nama saya tidak diusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sehingga saya berinisiatif untuk mengurus kembali melalui bantuan salah satu anggota DPR dan Alhamdulillah  nama saya dimasukkan kembali.

Tetapi saya dimasukkan dari 2010 -2017 saya terdaftar sebagai tenaga kontrak dengan ijazah  S1, dan di 2018 saya harus turun dari ijazah S1 ke Ijazah SMA karena adanya orang baru yang akan dimasukkan sekitar  6 orang atas kebijakan Kepala Dinas ”Katanya.

Atas apa yang saya alami, tentu kita berharap bahwa kalau mau menegakkan aturan yah jangan tebang pilih.”Pungkas perempuan yang akrab disapa Peci ini.

Untuk diketahui bahwa Hingga berita ini diturunkan upaya untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala dinas Transmigrasi Kabupaten Mamuju melalui telepon pada hari Sabtu (9/6) belum membuahkan hasil.

Adi.

 

 

 

 

 

 

Comments

Tinggalkan Komentar anda