Bendahara BPKAD Mamuju ,Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Bansos

0

SuryatopNews.com – Mamuju – Kasus Dana Bantuan Sosial (Bansos) yang menyeret mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Ayyub Yusuf, yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp7,28 miliar kini terus bergulir.

Setelah Melalui tahap pemeriksaan selama 5 Jam di Kejaksaan Negeri Mamuju akhirnya bendahara Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Mamuju yang berinisial A ditetapkan sebagai tersangka.

Jefri Penanging Makapedua. SH yang merupakan Plt Kajari Mamuju mengatakan, tim Kejaksaan Negeri Mamuju sebagai tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap seorang tersangka yang berinisial A.

Tersangka tersebut adalah, sebagai bendahara pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Mamuju, dimana tersangka A diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam penyalah gunaan dana bansos yang tidak di rencanakan,”Ujar Jefri Penanging Makapedua. SH

lebih jauh Jefri menjelaskan bahwa angaran yang telah disalah gunakan ini bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Mamuju pada tahun anggaran 2016.

Akibat perbuatan tersangka yang berinisial A ini, Negara telah dirugikan 7 miliar 280 juta rupiah, dan tersangka telah melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang undang Nomor 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pinada korupsi,”papar Plt Kajari Mamuju ini.

Adapun ancaman hukuman untuk pasal 2 paling singkat 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara sedangkan untuk pasal 3 paling singkat 1 tahun dan maksimalnya 20 tahun penjara.”simpul Jefri Penanging Makapedua. SH

Man / Ad

Comments

Tinggalkan Komentar anda