AMI MAJENE GELAR AKSI SOAL PANCASILA

0
Massa Aliansi Mahasiswa Indonesia Kabupaten Majene.

SuryatopNews.com – Majene – Desakan terhadap kekeliruan Gubernur Sulawesi Barat atas kekeliruannya dalam membacakan teks Pancasila terus berdatangan di berbagai elemen yang ada di Sulawesi Barat.

Seperti terlihat pada Selasa (28/11) Aliansiansi Mahasiswa Indonesia Kabupaten Majene ikut menggelar Aksi unjuk rasa yang di mulai di bundaran Pertokoan majene dan Kantor DPRD Majene.

Salah satu Massa Aksi Arwin Rahman Tona saat dikonfirmasi menyebut bahwa “Point Pentingnya Adalah tetap kami akan mendorong di Majene sampai hal ini mendapatkan Apa yg menjadi tuntutan kami.

“Saya kira ini sangat jelas bahwa Gubernur telah mencederai citra idelaisme mahasiswa dimana beliau telah melempar wacana yang tidak memiliki fakta seperti menyebut bahwa demo punya sponsor,sehingga  hal ini dinilai telah mendiskreditkan gerakan kemahasiswaan dan ini berimplikasi pada pembohongan Publik jika ABM tidak mampu membuktikannya,” Ujar Arwin Rahman Tona

Diaksi tadi kami ingin menyampaikan ke DPRD Sulbar, namun diakui sempat terjadi ketegangan disebabkan tidak ada satupun Anggota DPRD Majene yang menemui kami karena sudah  pulang, dimana tepat kami pukul 03:36 kami di DPRD Majene namun sudah kosong,  Sekertaris Dewan meminta untuk Audiens namun kami menolak dan akan segera melakukan Aksi susulan,”jelas Arwin Rahman Tona

Sementara itu Rudi Idris, SH sebagai koordinator Lapangan mengatakan bahwa ada beberapa poin yang menjadi tuntutan kami diantaranya ;

1 .Mendesak DPRD Sulbar Untuk mengagendakan atau menggunakan hak angket mengklarifikasi pernyataan Gubernur Sulawesi Barat.

2 . Apabila proses tersebut terdapat unsur pidana didalamnya maka diminta dengan hormat DPRD Sulbar segera mengadakan rapat istimewa untuk pergantian Gubernur Sulbar dan segera menyerahkan kasus tersebut kepihak yang berwajin.

3 . Menuntut Gubernur Sulbar untuk meminta maaf kepada negara dan masyarakat Sulbar atas kesalahannya tersebut sebagai warga negara indonesia yang baik dan bermoral pancasila.

4 . Apabila tindakan gubernur tersebut terdapat pelanggaran UU seperti makar maka dengan hormat pula agar pihak yang berwajib segera menindak lanjuti.

” Intinya persoalan ini tetap akan kami kawal sebagai bentuk perhatian kami sebagai Mahasiswa pada ideologi negara ini.” Pungkas Rudi Idris, SH.

Adi .

Comments

Tinggalkan Komentar anda