Ipmaju Jogja , Gelar Silaturrahmi Intelektual: Membincang Kebijakan Daerah dari Jogja

0

SuryatopNews.com – JOGJAKARTA – Kota Jogja, seperti telah dikenal secara umum, memang gudangnya para intelektual organik. Itu tak hanya terlihat dari segi kuantitas gerakan-gerakan intelektual yang bernaung di dalamnya, melainkan lebih karena kualitas gagasan yang ditawarkannya sendiri. Ya, hal tersebut bisa kita tilik dari apa yang telah digagas oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju (IPMAJU) Jogjakarta dengan menghadirkan Silaturrahmi Intelektual Se-Sulawesi Barat.

Sebagai salah satu dari sekian banyak organisasi daerah yang ada di Jogjakarta, IPMAJU tentu tidak berpretensi pada pembangunan manusia bagi daerahnya sendiri, yakni Mamuju, melaikan juga untuk Sulawesi Barat secara umum. Dan ini nampak dari tema yang diusungnya, yakni “Membangun Mahasiswa/Mahasiswi Sulbar yang Kritis, Kompetitif dan Terbuka untuk Meneguhkan Sulbar yang Malaqbi”—bertempat di Asrama Manakarra pada tanggal 1 April 2016.

Hadir pada saat itu Hafisa Ayub sebagai perwakilan dari DPRD Mamuju Komisi III. Bersama mahasiswa, ia banyak membincang mengenai kebijakan publik sebagai sebagai hal urgent yang harus didorong melalui pengaturan regulasi
Tujuannya sendiri tak lain untuk kemaslahatan masyarakat Mamuju secara umum.

Seperti digemakan dalam sambutannya,yunda Hafisa—begitu rekan-rekan mahasiswa memanggilnya secara akrab—menghendaki adanya kerjasama antara pihak DPRD, dalam hal ini Komisi III, dengan para mahasiswa.

“Kita senantiasa harus mendorong kemajuan masyarakat, paling tidak dalam bentuk pengaturan regulasi akan kebijakan publik. Ini penting mengingat maraknya kemajuan cenderung justru mencipta masalah-masalah sosial. Dan peran mahasiswalah yang punya fungsi control sosial yang juga sangat diharapkan kerjasamanya,” tegasnya.

sementara ditempat yang sama Ketua Ipmaju Jogja Hairil Amri mengatakan, Sebagai kegiatan perdana dari kepengurusan IPMAJU Jogjakarta Periode 2016 – 2017, tentu agenda ini membangkitkan optimisme di tengah kemelut akan pesimisme yang akut hari ini.

“Kita harus paham, kendali sosial ada di tangan pemuda, khususnya mahasiswa sebagai kaum intelektual. Dengan hadirnya agenda yang berusaha meneguhkan sifat malaqbi di tanah Jawa ini, ke depan kita berharap bahwa kendali sosial itu benar-benar akan terkemudikan dengan baik dan tepat,” papar Hairil Amri dalam sambutannya sebagai Ketua Umum IPMAJU Jogjakarta Periode ini.

“Tentunya kita pula mengharapkan keterlibatan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan mahasiswa Sulawesi Barat sendiri yang hari ini tengah menempuh pendidikan di Jogjakarta. Bahwa kita ingin menjadikan ajang ini sebagai upaya membekali diri sendiri sebagai calon penerus cita daerah,” sambung mahasiswa yang kini sedang menempuh pendidikanya di Ilmu Hukum UMY ini.

Aswar yang merupakan perwakilan dari JAKFI, menuturkan hal senada bahwa mahasiswa diharapkan untuk terus menjawab tantangan dan problem sosial di lingkungan masyarakatnya.

Salah satu problem sosial yang paling nyata hari ini adalah adanya kompetisi kekuasaan di tingkatan elit.

“Tepat kiranya agenda ini dilaksanakan. Sebagai ajang silaturrahmi pengetahuan, tentu kita juga IPMAJU sendiri berusaha menghidupkan pengetahuan. Karena memang demikianlah, peran mahasiswa harus senantiasa memabangun pematangan intelektual dalam hal dan kondisi yang bagaimanapun,” tutup wakil JAKFI ini.

MS / AD .

Comments

Tinggalkan Komentar anda